Menepatkan Konteks dan Menajamkan Konten: Agenda Pendidikan Ummat

Oleh: Prof. Dr. Mukhtasor

Diantara agenda kita yg urgen adalah perbaikan di bidang pendidikan.

Kurikulum pendidikan ummat Islam saat ini pada umumnya fokus pada memperbanyak konten. Fokus pada materi. Menjawan pertanyaan apa dan bagaimana.

Namun sayangnya, secara umum lemah dalam hal konteks. Yakni, kesetiaan pada jawaban “untuk apa semua daya-nya, dan mengapa dia melakukan usaha-nya”.

Padahal, kalau kita mengambil pelajaran dari Nabi Adam AS, sebelum beliau diturunkan ke bumi, di surga sudah dibekali dg proses pendidikan oleh Allah SWT.

Ketika Allah SWT mengajarkan kepada Adam semua nama-nama, itu adalah pendidikan (ta’lim) konten. Namun ketika Adam ditugasi (ada PR) menjauhi pohon, dan kemudian mengalami godaan dan mengambil keputusan salah, kemudian dihukum berat sampai diturunkan dari surga ke bumi, itu adalah pendidikan konteks. Dalam hal ini, ada pembentukan kompetensi agar mengahadapi konfliks ketika nanti di bumi akan banyak kompetisi dan permusuhan.

Perlu juga dicatat, bahwa pendidikan konteks ini dilaksanakan di surga melalui suatu proses pendidikan yg berbasis pengalaman (experimentasi). Pendidikan berbasis pengalaman ini adalah suatu proses pendidikan level paling tinggi.

Ketika bekal konten dan konteks ini sudah diseimbangkan, maka Adam sudah siap mengemban amanah di bumi. Bahkan ketika pertama kali diturunkan ke bumi, pesan yg ia terima adalah, “satu dengan yg lain diantara kalian adalah bermusuhan”. Itulah konteksnya.

Akibatnya, ketika Nabi Adam menerima pesan, “janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syetan itu bagimu adalah musuh yg nyata”, pesan itu sangat menghunjam jiwa. Pengalamannya diperdaya di surga takkan pernah dilupa. Dia telah siap dalam menyambut konflik yg akan dihadapinya nanti.

Nabi Adam AS telah mendapat pesan bahwa dia akan menghadapi konflik yg hebat ketika dia memerankan sebagai khalifah pemakmur bumi. Kesiapan menghadapi konflik dg santun ataupun tegas, dan tetap berhasil dalam berbagai kesulitan, itulah kompetensi Nabi Adam AS dan seluruh nabi-nabi yg saat ini dilupakan oleh sebagian besar sekolah islam.

Dengan membangun kembali kesadaran dan kompetensi ini, insya Allah generasi ummat Islam akan lebih siap menghadapi kompitisi dan konflik dalam bidang budaya, politik dan ekonomi

Agenda pendidikan Ummat Islam saat ini adalah menepatkan konteks dan menajamkan konten sehingga semakin relevan dg tantangan budaya, politik dan ekonomi pada zamannya.

Wallahu a’lam.

Kompleks Perumahan Dosen ITS, Surabaya, 27 Oktober 2019.

Advertisements

Categories: Opini

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s