Zina Syar’i ala UIN Yogya

Oleh: Ahmad Rofiqi

Ada zina yg halal, ada hubungan sejenis halal, ada PSK yg halal, slogan tuhan membusuk dan pengaruh pelacur pada al Quran. Ada lafadz Allah yg diinjak, disertasi “semua agama itu sama” hingga plesetan anjinghu akbar.

Semuanya berasal dari kampus yg nama Islamnya tertulis jelas di plang universitas.

Ingin tahu caranya jika mau begitu? Berikut caranya. Pertama-tama, anda harus keluar betul dari semua tradisi Islam. Dimulai dari membuang seluruh ulama pertama hingga terakhir. Awali dengan Abu Bakar, yg menjadi manusia pilihan Allah diantara seluruh umat. Berikutnya Umar b Khattab, Ali b Abi Thalib, Ibnu Abbas, Aisyah, Abu Hurairah dan seluruh murid murid Baginda Nabi Saw. Anda tdk boleh percaya sama mereka lagi dan penerus mereka.

Lalu tinggalkan Bukhari, Muslim, Nasai Tirmidzi, Abu Daud dan seluruh ahli hadits beribu-ribu.

Lemparkan ke dinding itu Ibnu Katsir, Al Qurthubi, At Thabari, As Suyuthi dan semua ahli tafsir beribu-ribu. Tinggalkan Imam Malik, Abu Hanifah, Imam Syafii, Ahmad bin Hambal dan seluruh ulama pengikut mereka beribu-ribu…

Pokoknya, semua yg namanya ulama, tinggalkan, jauhi, jangan dengarkan mereka.

Lalu, buang semua metodologi Islam dalam jutaan kitab, jurnal, buku, tesis, disertasi, artikel dan seluruh karya ilmiah dalam tafsir, syarah hadis, fiqih, ushul fiqih, ilmu tafsir, ulumul Quran, ilmu hadits, ilmu aqidah dan kalam yg berabad-abad ada di semua rak perpustakaan dunia Islam.

Setelah beres, campakkan semua universitas dan pusat studi Islam. Buang jauh Univ. Al Azhar, Ummul Quro Mekah, Univ. Islam Madinah, Oum Durman Khortum, Zaitunah di Tunisia, Univ. Islam Pakistan, Univ. Yordania, Univ. Al Iman di Yaman, dan ribuan universitas Islam di seluruh dunia bersama para pakar Islam dari doktor sampai professornya.

Lalu, buang lagi lembaga riset dan fatwa Islam mulai dari Lajnah Daimah Saudi, Darul Ifta’ Mesir, Ittihad Alami (persatuan ulama dunia) pimpinan Dr Qardhawi, Dairah Ifta’ Yordan, sampai Ulema Council Pakistan hingga JAKIM di Malaysia dan MUI di Indonesia.

Setelah lumayan lengkap. Kini Anda carilah pengganti itu semua. Jika selera Anda hermeneutika seperti peneliti dari UIN Yogya itu, ada Abu Zaid dari Mesir yg percaya Al Quran itu produk budaya. Ada Arkoun dari Aljazair yg percaya fikiran semua ulama telah keliru dan harus dikritik dan dibetulkan. Atau Syahrour yg terpengaruh Marxism dan mensahkan zina. Atau Fadhlur Rahman yg percaya bhw Al Quran itu juga karangan Nabi Muhammad. Masih ada Ahmed Anna’im, Hassan Hanafi, Essack dan seterusnya.

Jika Anda feminis, anda bisa ikuti Mernissi dari Maroko yg menggugat hijab dan aturan fiqih Islam ttg wanita. Mau lebih berani, bisa ikuti Amina Wadud yg jadi imam dan khatib shalat jumah jamaah laki-laki dan perempuan (berhijab dan tidak) di sebuah gereja. Kalau mau lebih seru, Anda juga bisa jadi pengkritik Islam sambil jadi lesbian seperti Irshad Manji. Masih ada Nawal el Saadawi, Musdah Mulia dan seterusnya.

Anda juga bisa punya nabi baru. Ikutilah nabi dari India bernama Ghulam Ahmad, Anda jadi jemaat Ahmadi. Bisa juga ikut para mulla dan marja’ Syiah di Iran sambil mencaci-maki para shahabat Rasulullah Saw.

Semua kesesatan bisa saja dicarikan dalilnya. Kalau Anda mau jadi atheis argumennya juga banyak. Tapi, jalan menyimpang ini harus Anda lakukan dg sikap konsekuan dan jelas. Biar jadi jelas kalau Anda menyimpang. Jadi, jelas juga cara kami menyikapi Anda. Karena tidak semua kesesatan perlu dibantah. Dia cukup disikapi dg tegas saja bahwa yg sesat selamanya adalah sesat.

Tapi, sebaiknya sih ya jangan tersesat. Percayalah saya. Tersesat itu tidak baik dan tidak enak.

Categories: Opini

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s