Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan dengan Mengokohkan Jiwa Nasionalisme

Oleh: Ulis Tofa M. Ali

Arti Kemerdekaan

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” (Pembukaan UUD 45, alinia ke 3)

Nasionalisme Kami

  1. Cinta dan rindu tanah air.
    Syair Bilal luapkan kerinduan terhadap Mekah:
    Alaa laita syi’rii hal abitanna lailah
    Biwaadin wahaulii idzkhirun wajaliil
    Wahal aridanna yauman miyaaha mijannah
    Wahal yabduwanna lii syammatun wathafiil.
    Duhai,
    mungkinkah semalam saja aku dapat tidur
    Di suatu lembah dan rumput idzkhir serta teman di sekitarku
    Duhai,
    mungkinkah sehari saja aku mendatangi mata air mijannah
    Mungkinkah Syamah dan Thafil menampakkan diri padaku.

Nabi saw. berurai air mata tatkala Ushail melantunkan syair-syair tentang Mekah. Beliau berpesan: “Yaa Ushail, da’il quluuba taqirru. Wahai Ushail, biarkan hati ini tentram.”

  1. Berkorban utk kemerdekaan negeri dan menenamkan arti kehormatan dan kebebasan dalam jiwa rakyatnya.

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ.

“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al-Munafiqun:8)

وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS. An-nisa’:141)

  1. Mengokohkan ikatan antar putra bangsa dan memberdayakan kekuatan tersebut utk kemajuan negeri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran:118)

Nabi saw. berpesan:

 وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً.

“Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

  1. Berkontribusi positif utk warga dan bangsa.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad)

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ.

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.” (QS. Al-Isra’:7)

15 Dzulhijjah 1440 H/ 16 Agustus 2019
Masjid Baitut Taqwa Bea Cukai Pusat

Categories: Opini

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s