Arabisasi Bahasa Indonesia?

Dimanapun Islam berada tidak pernah terarabisasi, karena Arab pun terislamisasi. Termasuk budaya Indonesia dalam hal bahasa banyak menerima serapan Arab, bukan karena Sansekerta terarabisasi, namun karena Islam rahmatan lil ‘alamin.

AKU jadi ANA (أنا)

RIKA jadi ANTUM (أنتم)

SEDULUR jadi AKHI (أخي)

MBEKAYU jadi UKHTI (أختي)

GURU jadi USTADZ (أستاذ)

MAOS jadi TILAWAH (تلاوة)

MUDHENG jadi FAHAM (فهم)

DINGKLIK jadi KURSI (كرسي)

PEJAH jadi WAFAT (توفي)

PENDEM jadi KUBUR (قبر)

BOROK jadi AIB (عيب)

ABICARAKA jadi SIHIR (سحر)

BUWANA jadi DUNIA (دنيا)

NAWALA jadi SURAT (سورة)

ABIMANTRANA jadi BAROKAH (براكة)

BEBUNGAH jadi HADIAH (هدية)

GUMUN jadi TAKJUB (تعجب)

ANGGARBINI jadi HAMIL (حامل)

MLARAT jadi MISKIN (مسكين)

AMBEKAN jadi NAFAS (نفس)

GAGAS jadi FIKIR (فكر)

WAYAH jadi SAAT (ساعة)

RAI jadi WAJAH (وجه)

BREGAS jadi SEHAT (صحة)

NALA jadi QALBU (قلب)

MITURUT jadi TAAT (طاعة)

JRUM jadi FITNAH (فتنة)

DANABAU jadi SEDEKAH (صدقة)

JARATAN jadi KUBURAN (diserap dari kata قبر)

DALARAN jadi SEBAB (سبب)

MANDI jadi MUJARAB (مجرب)

DAKSA jadi MAHIR (ماهر)

CARYA jadi SAHABAT (صحبة/صحابة)

CANTRIK jadi MURID (مريد)

MIRUNGGA jadi KHUSUS (خصوص/خاص)

RADITYA jadi AHAD (الأحد)

SOMA jadi SENIN (الاثنين)

ANGGARA jadi SELASA (الثلاثاء)

BUDA jadi RABU (الأربعاء)

RESPATI jadi KAMIS (الخميس)

SUKRA jadi JUM’AT (الجمعة)

SETU jadi SABTU (السبت)

Disadari atau tidak ternyata bahasa Arab sudah menjadi sungai yang mengalir dan mewarnai keseharian kita. Islam tak pernah membawa misi arabisasi. Lha wong budaya Arab banyak yg diperbaiki Islam kok.. Contoh budaya tabarruj (bersolek) wanita jahiliyah menjadi budaya hijab, budaya semangat fanatisme kesukuan dileburkan menjadi semangat persatuan

Islam bukan Arab, dan Arab bukan Islam.. tapi jika anda anti terhadap bahasa Arab maka anda akan rugi dunia akhirat, karena bahasa Arab adalah kunci untuk membuka gerbang ilmu pengetahuan yg ada di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam..

(Merujuk dan menukil dari kamus bahasa Sansakerta).

Diedit sedikit dari tulisan aslinya.

Advertisements

Categories: Hikmah

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s