Rektor UIN Sunan Kalijaga Kritik Menristekdikti

Yogyakarta – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi, mengkritik pernyataan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir, yang menyebut profesor tua manfaatnya kecil untuk negara.

“Saya sedang mengkritik Menristekdikti yang mengatakan ya ‘kalau profesor tua itu manfaatnya untuk negara kurang’. Ini sangat berbahaya statement (M Nasir),” ujar Yudian kepada wartawan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (5/7/2019).

Yudian menilai pernyataan M Nasir tak beretika. Menurutnya, M Nasir tak mengetahui bahwa orang berilmu yang bertambah usianya maka akan semakin matang keilmuannya “Dia tidak ngerti bahwa ilmu itu semakin tua semakin bagus,” paparnya.

Yudian lalu bercerita karir akademiknya. Sebelum pulang ke Indonesia Yudian sudah pernah mengajar di Harvard University, sudah menulis berbagai karya ilmiah, menerjemahkan sejumlah karya dan menerbitkan 53 buku berbahasa asing ke Indonesia.

“Saya pernah (mengajar) di Harvard, menjadi profesor di Amerika, tapi saya katakan di depan, lima tahun setelah saya pulang dari Amerika itu saya belum punya pikiran orisinal… Pak, kalau cuma ngutip-ngutip itu gampang,” sebutnya.

Baca juga: Mengenal Sosok Gus Qoyyum

Menurut Yudian, statement M Nasir yang menyebut profesor tua manfaatnya kecil untuk negara keluar karena yang bersangkutan tidak mengerti persoalan. Ia pun menantang secara terbuka.

“Maka saya tantang betul ya, demi Republik lho bukan demi Yogya, jangan salah bapak-bapak. Demi Republik ini, soal akademik. Kalau M Nashir itu lebih dulu terbit di jurnal dalam bidang masing-masing, jurnalnya lebih hebat dari saya dan pengaruhnya lebih hebat dari punya saya, saya turun dari rektor,” tegasnya.

“Saya berbicara sebagai ototiras, bukan sebagai power, saya profesor, saya tidak terima dibegitukan. Bukan saya orang tua, enggak,” sambung Yudian.

Yudian mengingatkan bahwa mencari ilmu tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. Menurutnya, tidak masalah apabila kader muda didorong untuk cepat menjadi doktor maupun profesor, asal tak mendiskreditkan profesor yang sudah berusia lanjut.

Baca juga: Guru Besar UI Kritik Wacana Rektor Asing yang Contoh Singapura

“Bahwa dalam bidang ilmu kita tidak boleh tergesa-gesa. Boleh siapkan kader semuda-mudanya, monggo (silakan) ya,” tuturnya. 

“Silakan itu, tapi jangan menyebut orang tua kurang manfaatnya untuk negara ya. Itu yang saya keberatan,” pungkas Yudian.

Sebelumnya, M Nasir usai menghadiri pengukuhan Agus Hermanto sebagai guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyebut bahwa jumlah profesor di Indonesia masih kurang dan banyak profesor yang sudah berusia lanjut.

“Jumlah masih sangat terbatas, masih sekitar 5.500. Kita mau tambah lagi (profesor) karena sudah tua semua. Saya harap usia 35 atau 40 sudah profesor. Kalau tua itu manfaat untuk negaranya kecil,” kata M Nasir, Rabu (24/7/2019).

(ush/bgs)

Sumber: DetikNews

Categories: Berita Nasional

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s