Cara “Sederhana” Menjadi Milyuner atau Trilyuner

A’udzubillahi minasysyaithanirrajim
Bismillahirrahmanirrahim

Ternyata template yang Allah ajarkan dan Nabi saw wariskan, tidak salah. Masih berlaku hingga sekarang. Bahkan meski kita ummatnya tidak “sekualitas” pendahulu kita.
Yang lebih dahsyatnya lagi, mereka nggak perlu mengalami bangkrut jatuh parah.
Nggak kayak saya, kudu mengalami kejatuhan yang ‘menyakitkan’, yang seandainya boleh berandai-andai, maunya tahu beginian dari 15 tahun yang lalu. Ha ha ha 🤣

Lagi dan lagi, betapa saat kita belajar dari sumbernya langsung: Quran dan Sirah (sejarah perjalanan hidup) Nabi saw, selalunya menemukan rumusan yang sama: jawaban atas apapun, ada! Pun contoh bagaimana menjadi orang kaya dengan cara yang “sederhana”, persis sebagaimana janji Allah (Quran) yang turun untuk “memudahkan” hidup kita.

“Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat).” (Al A’la: 8)

“Yuriidullahu bikumul yusro walaa yuriidu bikumul ‘usro.”
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS 2:185)

Pun dalam sabda Nabi saw dimana beliau mengatakan bahwa “Sesungguhnya Allah swt tidak mengutusku melainkan sebagai pengajar yang memudahkan”.
(HR Muslim).

Jadi, jika ada pengajar yang membuat murid-muridnya malah jadi ‘punyeng’, kudu buka lagi sirah (sejarah) bagaimana Nabi mengajarkan sesuatu.
He he piiiss 😅

Maka, mengambil jalur ‘ittiba’ kepada Nabi saw (QS 12:108), jiplak bagaimana ikut cara Nabi saw dan orang-orang yang mengikutinya, adalah jaminan kemudahan.

Siapa yang terbaik dalam mengikuti Nabi saw? Pastinya para sahabat rahimahumullah.

“Wattaqullah, wa yu’allimukumullah”
“Dan Bertaqwalah kepada Allah, maka Allah akan memberikan pengajaran kepadamu.” (QS. 2:282).

Nah, ambil 10 sahabat yang dijamin surga sebagai contohnya. Ternyata dari penelitian para ‘ulama, sekira 4 sahabat adalah Trilyuner, dan beberapanya Milyuner. Hanya 1 dari 10 sahabat tersebut yang bukan saudagar (pedagang/pebisnis).

  • Abdurrahman bin ‘Auf, mencapai kekayaan sekira 6,2 T.
  • Zubair bin Awwam, mencapai kekayaan sekira 3,5 T.
  • Utsman bin Affan, sekira 2,5 T.
  • Umar bin Khattab, trilyuner
  • Thalhah, sekira 1/2 T.

Mereka orang-orang yang mencontohkan ketaqwaan dan kerja terbaik. Mereka jadikan siang tetap siang, malam tetap malam. Terbaik di waktu siang, pun hamba terbaik di waktu malam.
Mereka tetap tunaikan hak-hak keluarga dengan baik.
Sedekahnya para sahabat ini, maSyaaAllah sangat luarbiasa.

Nggak kayak kita, malam masih kita jadikan siang sebab merasa kurang. Kerja yang dikagumi ala-ala ajaran barat, contoh ala-ala barat, kerja seven-eleven (7.00-11 malam) he he.. hasilnya? 😬😅 giliran 1/3 malam terakhir, sudah kepayahan. Keluarga komplen, anak-anak dan pasangan cinta kecewa sebab sulit memiliki ‘quality time’.
Sedekahnya kita, masih ‘dihitung’.

Trus…gimana dong cara “sederhana”nya?

Saya jumpa dengan crazy rich dari Pondok Indah, pak H. Fitno. Tiap hari sejak dulu masih susah, sampai sekarang sedekahnya sangat luarbiasa.

Pun jumpa dengan beberapa trilyuner dan milyarder hebat, apatah itu bu Suciati Saliman, kangmas Indra Wawan M, ustadzi Luqmanulhakim Ashabul Yamin, dll.. templatenya sama. Kurang lebihnya itu-itu lagi.

Mereka adalah infaker yang hebat.
Mereka memiliki hati yang lapang.
Mereka nggak baperan.
Mereka nggak dendaman.
Mereka senang membahagiakan oranglain.
Mindset mereka kuat dan positif.
Mental pejuang.
Mimpinya besar.
dst..

Khusus saya cuplik sedikit tentang sedekah, ternyata sedekah menjaga kita dari resiko-resiko celaka.
Itu sebabnya, banyak pengusaha muslim yang dari dulunya ahli sedekah, relatif tidak mengalami guncangan bisnis yang sampai membuat mereka terpuruk habis.

Persis sebagaimana dalil-dalil berikut:

Aku perintahkan kalian untuk banyak sedekah. Perumpamaan sedekah seperti orang orang yang ditawan oleh musuhnya dan tangannya diikat di lehernya. Ketika mereka hendak dipenggal kepalanya, dia bertanya: ‘Bolehkah aku tebus diriku sehingga tidak kalian bunuh.’ Kemudian dia memberikan yang dimiliki, sedikit atau banyak, sampai dia berhasil menebus dirinya. (Shahih At-Targhib, 877).

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎صدقة السر تطفىء غضب الرب

“Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah” (Shahih At-Targhib, 888)

Tapiiii….ada syaratnya:

Kebaikan yang akan menjadi titik lompat kita, adalah kebaikan yang ISTIQOMAH…

😅😬

Ini dulu saja yaa. Terlalu panjang jika di detilkan semua. Ringkasannya saya lampirkan.

Wallahu a’lam

Semoga manfaat,
Wal afwu,

Riza Zacharias
Syaamil Al-Qur’an

Categories: Motivasi

Tagged as:

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s